Tren Kamera Makro, dari OPPO A9 hingga Redmi Note 8

Tren Kamera Makro, dari OPPO A9 hingga Redmi Note 8
Tren Kamera Makro, dari OPPO A9 hingga Redmi Note 8 (Tribunews dan Banggood)

Tren kamera di smartphone atau HP rasanya cepat sekali berganti. Setelah beberapa waktu lalu tren kamera selfie beresolusi tinggi, penempatan 3-4 kamera, kamera belakang 48MP, dan kini yang teranyar tren kamera makro.

Uniknya, tren kamera makro ini dibawa oleh smartphone pabrikan asal negeri tirai bambu. Saya sempat baca di laman Kompas, katanya fitur kamera makro ini sudah lebih dulu disematkan pada OPPO A9 2020, Realme 5 dan Realme 5 Pro, Vivo V17 Pro, dan teranyar, Redmi Note 8.

Suka enggak suka, untuk pasar Indonesia (dan mungkin negara lainnya), smartphone pabrikan Tiongkok memang selalu sukses membuat fitur tertentu jadi populer.

Nah, sektor fotografi di sebuah smartphone memang merupakan hal yang penting. Tak sedikit konsumen yang mempertimbangkan kecanggihan kamera dari sebuah smartphone.

Kalau kamera selfie atau kamera belakang beresolusi tinggi, mungkin memang jadi favorit para konsumen. Pasalnya, saat ini pengguna memang kerap mengabadikan momen lewat kamera smartphone karena lebih praktis, baik itu selfie atau potret biasa, baik itu memfoto atau difoto.

Akhirnya, muncul pertanyaan di benak saya. Apakah tren penyematan fitur makro ini juga akan sepopuler kamera selfie beresolusi tinggi atau 3-4 kamera belakang?

Mengenal Fotografi Makro

Tren Kamera Makro, dari OPPO A9 hingga Redmi Note 8
Tren Kamera Makro, dari OPPO A9 hingga Redmi Note 8 (Istimewa via Redmi)

Saya mau mencoba memaparkan secara sederhana apa itu sebenarnya fotografi makro. Oh iya, perlu digaris bawahi, saya bukan fotografer atau ahli dalam hal fotografi. Di sini saya hanya mencoba mengkurasi penjelasan dari beberapa referensi.

Kalau menurut laman Wikipedia, fotografi makro adalah fotografi dengan jarak sangat dekat. Tujuannya, adalah untuk mendapatkan detail dari si objek. Biasanya, besar gambar yang dipotret lewat fotografi makro ukurannya sama dengan benda aslinya atau berasio 1:1.

Sedangkan, menurut laman Kompas, mode makro adalah mode foto di mana perangkat bisa digunakan untuk memotret objek kecil. Objek kecil itu di antaranya adalah serangga, makanan, bunga, dan lain sebagainya dengan detil kecil.

Jadi, sudah jelas kan gambarannya? Kalau kamu pernah melihat ada foto air di atas daun yang gambarnya detil banget, berarti itu adalah foto makro.

Sebelum Ada Mode Makro di Smartphone

Tren Kamera Makro, dari OPPO A9 hingga Redmi Note 8
Tren Kamera Makro, dari OPPO A9 hingga Redmi Note 8 (Tribunnews)

Sebelum fotografi smartphone populer, foto makro biasanya dihasilkan lewat kamera DSLR. Pemotret pun harus menambahkan lensa kamera makro ke kameranya. Harga lensa kamera makro ini enggak murah cuy, ada juga yang sampai jutaan.

Lama kelamaan, teknologi kamera di HP pun semakin canggih. Makin ke sini resolusinya makin tinggi. Sekarang, kamera beresolusi di atas 40 megapiksel adalah hal yang biasa.

Fotografi makro di smartphone pun akhirnya bukan hal yang mustahil dilakukan. Namun masalahnya, kebanyakan kamera di smartphone itu menggunakan lensa fix lebar, bukan lensa zoom.

Jadi, kalau misalnya kameranya di-zoom secara digital, gambar yang dihasilkan pecah. Karena, pada dasarnya, zoom digital adalah cropping pada gambar.

Untungnya, untuk memenuhi permintaan para penggemar fotografi smartphone, produsen mulai membuat lensa makro untuk smartphone.

Harganya terjangkau dan bisa dibeli via marketplace. Cara pakainya juga gampang, lensanya tinggal di tempel saja di bagian kameranya.

Tren Mode Makro, Menjawab Permintaan Milenial dan Gen-Z

Tren Kamera Makro, dari OPPO A9 hingga Redmi Note 8
Foto makanan di Instagram

Kini, penggemar fotografi smartphone enggak perlu repot-repot lagi harus beli lensa makro tambahan. Seperti yang sudah saya jelaskan sebelumnya, OPPO A9 2020, Realme 5 dan Realme 5 Pro, Vivo V17 Pro, dan teranyar, Redmi Note 8 sudah dilengkapi mode makro.

Awalya saya mengira, mode makro ini hanya akan menarik minat beberapa kalangan tertentu saja. Misalnya, penggemar fotografi di smartphone.

Pasalnya, fotografi makro memang awalnya digemari orang yang memang senang dengan hal-hal estetik.

Kalau saya beropini demikian, berarti saya melupakan gaya hidup milenial dan gen-z masa kini.

Saat ini, hampir semua anak muda pengguna smartphone pasti pernah memotret makanan atau minuman pas lagi nongkrong kan?

Baca juga tulisan menarik lainnya: Fitur Dark Mode di Instagram Itu Sia-sia

Ya, pabrikan smartphone asal Tiongkok ini sepertinya enggak melakukan riset yang main-main saat mau mengeluarkan fitur atau mode makro di smartphone.

Sekarang, kalau misalnya mau memotret makanan atau minuman yang Instagrammable, bukan kah akan lebih baik memotretnya menggunakan smartphone dengan mode makro?

Gambar makanan atau makanan yang dihasilkan bakal lebih jernih, lebih detil, dan lebih “hidup”. Jadinya, saat di-posting di media sosial, akan membuat temanmu dan warganet lainnya berdecak kagum.

Karena itu, dalam beberapa waktu ke depan, bukan enggak mungkin mode makro ini adalah fitur yang wajib disematkan di sebuah smartphone baru.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *