Instagram Threads, Chatting Jadi Lebih Privat

Instagram meluncurkan aplikasi chatting Threads, apa saja fungsinya?
Instagram meluncurkan aplikasi chatting Threads, apa saja fungsinya? (Pixabay)

Satu lagi inovasi dari Instagram yang enggak kalah keren, yaitu Threads. Saya baru saja baca tulisan mengenai peluncurannya secara global. Ya, Threads sudah diluncurkan pada pekan pertama Oktober 2019 buat perangkat Android dan iOS.

Tentu saja, bukan inovasi namanya kalau enggak memperkenalkan fitur baru. Ada beragam fitur yang menurut saya bakal berguna banget dari aplikasi yang satu ini. Kamu enggak salah baca kok, Threads ini jadi aplikasi yang terpisah dari Instagram, meskipun saling terkait.

Pertama, perlu diketahui terlebih dulu, Threads adalah aplikasi perpesanan instan atau aplikasi chat. Ketahui pula, ada beberapa perbedaan penting dibanding “saudara tuanya”, WhatsApp dan Facebook Messenger.

Menurut laman Techcrunch, ada tiga fitur penting yang jadi jualan utamanya Threads. Tiga fitur itu adalah berbagi pesan (dalam bentuk apapun) hanya dengan close friends atau temen dekat, auto-status, dan fokus pada kecepatan.

Seperti yang sudah saya jelaskan sebelumnya, Threads ini memang saling terkait dengan Instagram, walaupun merupakan aplikasi terpisah. Maksudnya begini, buat menggunakan Threads, pengguna terlebih dulu harus punya akun Instagram. Jadi, log in ke aplikasi chat itu harus pakai IG.

Setelah log in, otomatis kontak yang muncul di Threads terhubung dari Instagram. Namun tentu saja, sesuai dengan fitur dan misi si aplikasinya, yaitu chatting secara lebih privat, kontak yang muncul di Threads hanyalah close friend di akun Instagram-mu saja.

Yup, di Instagram kan emang ada fitur close friend alias “teman dekat” atau “sahabat”. Jadi, dari sekian banyak followers-mu, kamu bisa milih beberapa di antara mereka buat dimasukkan ke daftar atau close friend list.

Nah, di Threads kamu hanya bisa chat dengan temen dekatmu saja. Ini bagus, artinya enggak bakal ada orang random atau orang yang entah siapa, yang tiba-tiba chat kamu. Termasuk status yang dibagikan di Threads, juga enggak bakal terlihat sama orang selain close friend.

Fitur lain yang menurut saya juga berguna banget adalah auto-status. Kalau fitur ini enggak diaktifkan, kamu bakal memilih status berdasarkan emoji. Misalnya emoji jempol berarti lagi free alias lagi santai, atau emoji buku artinya lagi belajar.

Aplikasi Threads Instagram
Aplikasi Threads dari Instagram (Pixabay)

Beda halnya kalau fitur auto-status diaktifkan. Akun Threads punyamu bakal secara otomatis menampilkan status, sesuai dengan kondisi aktual.

Contohnya, dengan fitur accelerometer di smartphone-mu, status di Threads bakal muncul “lagi naik sepeda” atau “naik mobil” jika memang benar kamu lagi bersepeda atau lagi berkendara.

Lalu, kalau location alias GPS di smartphone aktif, status bakal otomatis berubah “at home” kalau kamu memang lagi di rumah dan “at coffeshop A”, kalau memang kamu ngopi di kafe A itu.

Nah, yang paling berguna banget adalah saat smartphone-mu baterainya mau habis alias lowbat. Auto-status secara otomatis bakal menampilkan status smartphone si penggunanya memang baterainya lagi lemah. Jadi, teman dekatmu yang chat-nya enggak sempat dibalas bakal mengerti pas lihat status terakhir itu.

Fitur lainnya yang juga berbeda dari aplikasi lainnya adalah dari segi kecepatannya. Bukan cuma isapan jempol belaka, tapi cara kerja Threads ini memang didesain biar cepat. Salah satunya adalah soal penggunaan kamera.

Jadi, ada fitur shortcut yang bisa bikin pengguna lebih cepat berkirim foto jepretan kamera. Selain itu, karena fokusnya di kecepatan, kamu enggak bakal menemukan fitur yang macam-macam di kameranya seperti filter atau augmented-reality. Hasil jepretan kamera di Threads cuma bisa ditambahkan text dan drawing.

Jangan Sampai Bernasib Seperti Path dan WhatsApp

Aplikasi Threads Instagram
Aplikasi Threads Instagram (Pixabay)

Jujur saja, aplikasi Threads ini mengingatkan saya sama Path dan WhatsApp. Hal ini tidak lain dan tidak bukan karena embel-embel “privat”.

Buat kita para milenial, pasti masih ingat media sosial Path yang sempat populer di tahun 2014. Saat itu, banyak banget orang, terutama anak muda yang pakai aplikasi berlogo P berlatar belakang merah tersebut.

Di Path, kita bisa membagikan status. Enggak cuma teks, pengguna bisa membagikan foto, video, lagu yang lagi didengarkan, location, sampai status kamu sedang apa saat itu (misal: lagi tidur).

Namun, lama kelamaan, Path mulai ditinggalkan para penggunanya. Per 18 Oktober 2018, menurut Kompas, Path resmi menutup layanannya.

Aplikasi Path, menurut saya, populer lantaran berbeda dari media sosial saingannya saat itu, yaitu Facebook. Path menawarkan media sosial yang lebih privat. Hal ini jelas terlihat dari jumlah teman yang bisa ditambahkan ke Path, yaitu cuma 50 aja.

Nah menurut saya, Path bangkrut lantaran salah satunya memang, media sosial itu tak lagi jadi media sosial yang privat. Makin ke sini, Path bikin fitur yang bertentangan sama misi awalnya. Mereka menghapus pembatasan pengguna dalam menambahkan teman. Jadi, jumlah teman di Path bisa lebih dari 50.

Baca juga: MENULIS DI SMARTPHONE ATAU HP ITU GAMPANG KOK

Pun begitu dengan WhatsApp. Pada awal kemunculannya, aplikasi berlogo hijau ini terkesan privat. Namun semakin ke sini, fiturnya menurut saya malah makin aneh.

Memang, secara jumlah, pengguna WhatsApp makin bertambah. Hal ini mungkin karena beberapa fitur yang ditambahkan. Tapi justru, WhatsApp makin melenceng dari saat awal-awal aplikasi ini meluncur.

Makin ke sini, rasanya WhatsApp makin enggak privat. Contohnya, ada fitur status. Saya sebenarnya risih dengan fitur itu. Pasalnya, status kita bisa dilihat oleh siapapun selama si orang itu punya kontak kita.

Jadi, yang ingin saya tekankan, jangan sampai Threads ini bernasib sama seperti Path atau WhatsApp. Di awal begitu menggembar-gemborkan keunggulannya yang lebih privat. Kemudian, makin lama, malah menambahkan fitur yang bikin si aplikasinya jadi terkesan enggak privat lagi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *