FAQ Pemblokiran HP Ilegal atau Black Market Lewat IMEI

Peraturan pemblokiran HP black market atau ilegal.
Peraturan pemblokiran HP black market atau ilegal. (Laman cek IMEI)

Akhirnya, pemerintah resmi mengesahkan peraturan tentang pemblokiran ponsel atau HP ilegal (black market/BM) melalui nomor IMEI, Jumat 18 Oktober 2019.

Ada tiga kementerian yang terlibat mengesahkan regulasi ini, yakni Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, dan Kemenkominfo. Jadi, nantinya peraturan ini akan mempersempit atau bahkan bertujuan “memusnahkan” penjualan HP black market di Indonesia.

Nah, di tulisan ini, saya mau membahas atau mengupas tuntas mengenai peraturan pemblokiran smartphone BM melalui IMEI tersebut. Saya akan membahasnya berdasarkan beberapa pertanyaan yang kerap ditanyakan (frequently asked questions/FAQ) oleh para pengguna smartphone.

Intinya, buat kamu yang mungkin sudah baca mengenai beritanya, mending jangan panik dulu atau khawatir smartphone yang sekarang dipakai black market atau bukan. Alangkah lebih baiknya baca dulu fakta-fakta mengenai peraturan tersebut agar paham.

Kapan mulai diimplementasikan?

Peraturan pemblokiran HP black market atau ilegal (Pixabay).

Ternyata, masih ada jeda waktu sampai peraturan ini benar-benar diimplementasikan. Artinya, buat kamu yang berencana membeli smartphone ilegal karena tergiur harganya yang murah, sebaiknya pikir-pikir dulu deh.

Menurut sumber yang saya baca, peraturan ini baru mulai berlaku efektif per April 2020. Smartphone yang black market pun masih diberi kesempatan agar IMEI-nya diregistrasikan sampai peraturan berlaku.

Bagaimana dengan HP legal yang dibeli dari luar negeri?

Pemerintah menjamin, smartphone yang dibeli dari luar megeri secara legal alias resmi tak akan terpengaruh dengan peraturan ini selama peraturannya belum berlaku efektif. Tapi tentu saja, nantinya HP itu diwajibkan diregistrasikan dulu sebelum April 2020.

Sayangngnya, pemerintah belum menjelaskan secara detil mekanisme registrasi smartphone legal dari luar negeri.

Bagaimana mekanisme pemblokirannya?

Peraturan pemblokiran HP black market atau ilegal.
Peraturan pemblokiran HP black market atau ilegal. (Pixabay)

Mekanisme pemblokiran dari smartphone black market alias ilegal ini ternyata melibatkan beberapa stakeholders. Selain pemerintah, ada juga pihak operator seluler yang terlibat.

Jadi, mekanisme pemblokiran dari smartphone ilegal ini, nantinya adalah mencocokan nomor IMEI dan database pemerintah. Operator seluler lah yang punya wewenang mencocokan IMEI di HP pengguna ke database pemerintah di mesin bernama SIBINA.

Baca tulisan menarik lainnya: Google Pixel 4 Harganya Rp 4 Juta, Spesifikasinya Sebanding?

Seandainya nomor IMEI di HP pengguna tak cocok dengan database yang dimiliki pemerintah, maka HP pengguna itu tak akan bisa terhubung ke jaringan operator seluler alias terblokir secara otomatis.

Intinya, smartphone black market, nantinya tidak akan lagi bisa digunakan untuk keperluan SMS, menelpon, internetan, atau apapun yang bergantung pada jaringan operator seluler semacam Telkomsel, Indosat, XL, 3, dan lain sebagainya.

Apa itu nomor IMEI?

Peraturan pemblokiran HP black market atau ilegal.
Peraturan pemblokiran HP black market atau ilegal. (Pixabay)

Saya yakin, banyak yang bertanya-tanya mengenai apa itu IMEI. Mungkin, banyak di antara kalian yang baru mendengar mengenai IMEI ini setelah peraturan ini jadi perbincangan. Atau mungkin, ada yang pernah mendengar mengenai istilah tersebut, tapi tak tahu apa maknanya.

IMEI merupakan singkatan dari International Mobile Equipment Identity. Jadi, IMEI adalah nomor 15 yang dimiliki tiap perangkat HP. Nomor itu berfungsi untuk keperluan identifikasi saat tersambung ke jaringan seluler.

Bagaimana cara cek IMEI?

Peraturan pemblokiran HP black market atau ilegal.
Peraturan pemblokiran HP black market atau ilegal. (Pixabay)

Nah, buat kamu yang was was alias bertanya-tanya, apakah smartphone yang saat ini sedang dipakai ilegal atau tidak, lebih baik cek menggunakan cara ini.

Pertama, tekan *#06# di smartphone kamu. Setelah itu, akan muncul otomatis nomor IMEI HP-nya. Saya sudah mencobanya, dan langsung muncul IMEI1, IMEI2, beserta S/N (serial).

Catat nomor IMEI-nya. Kalau sudah, masuk lah ke laman kemenperin.go.id/imei. Nantinya, di laman itu akan tampil kolom isian nomor IMEI. Masukkan 15 digit IMEI-mu di kolom tersebut dan tap “simpan”.

Baca juga tulisan menarik lainnya: Perang Kamera 64 MP, Redmi Note 8 Pro dan Realme XT

Setelah itu, kalau IMEI-mu terdaftar, akan muncul keterangan ponsel, seperti merk, model, dan perusahaan pembuatnya. Kalau IMEI-nya tak terdaftar, akan muncul tulisan “nomor IMEI *************** tidak terdaftar pada database kami”.

Jadi sudah jelas kan? Itu beberapa penjelasan singkat mengenai peraturan pemblokiran HP ilegal alias black market melalui nomor IMEI. Kalau kamu masih bingung dan ingin bertanya, silakan tulis di kolom komentar.

4 Replies to “FAQ Pemblokiran HP Ilegal atau Black Market Lewat IMEI”

  1. Jadi kalo seandainya mau beli iphone 11 pro sebelum 18 april 2020, itu aman ga jika pembeliannya di ecommerce yg pasti imeinya blm terdaftar di situs web resmi??

    1. Sebelum April 2020. Smartphone BM masih diberi kesempatan. Nanti ada mekanisme pendaftaran IMEI. Namun, sampai saat ini, belum ada pengumuman mengenai step by step harus ngapain aja di mekanisme pendaftaran itu. Bahkan, ada yg bilang bakal berbayar.

  2. Jadi kalo seandainya mau beli iphone 11 pro sebelum 18 april 2020, itu aman ga jika pembeliannya di ecommerce yg pasti imeinya blm terdaftar di situs web resmi??

    1. Sebelum April 2020. Smartphone BM masih diberi kesempatan. Nanti ada mekanisme pendaftaran IMEI. Namun, sampai saat ini, belum ada pengumuman mengenai step by step harus ngapain aja di mekanisme pendaftaran itu. Bahkan, ada yg bilang bakal berbayar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *