Cara Mengecek HP Ilegal (Black Market) atau Tidak Via IMEI

Cara mengecek HP ilegal (black market) atau tidak melalui nomor IMEI.
Cara mengecek HP ilegal (black market) atau tidak melalui nomor IMEI.

Ada cara mudah mengecek sebuah smartphone ilegal atau tidak. Melalui nomor IMEI, kita bisa mengetahui HP tertentu black market atau bukan.

HP ilegal artinya barang tersebut tak masuk ke Indonesia melalui cara legal atau mengikuti aturan hukum yang berlaku.

Perlu diketahui, per April 2020 pemerintah bakal memberlakukan kebijakan untuk memblokir HP ilegal. Jadi, saat kebijakan itu diberlakukan secara efektif, smartphone black market bakal tak bisa terhubung ke jaringan operator seluler tanah air.

Sebenarnya, kebijakan ini dilakukan secara bertahap. Pada Februari 2020, kebijakan ini bahkan sudah diujicobakan. Ada tiga kementerian yang terlibat, yakni Kementerian Kominfo, Kementerian Perdagangan, dan Kementerian Perindustrian.

Adapun kebijakan ini diberlakukan dalam skema whitelist. Artinya, hanya smartphone yang masuk dalam daftar itu yang enggak bakal kena blokir.

Caranya, pelaksana kebijakan ini nanti bakal mencocokkan IMEI dari smartphone dengan yang ada di database. Kalau IMEI-nya tak cocok, maka HP itu bakal diblokir.

Baca tulisan menarik lainnya: FAQ Pemblokiran HP Ilegal atau Black Market Lewat IMEI

Namun, aturan ini tak berlaku bagi HP yang sudah digunakan atau yang sudah dipasang kartu SIM dan terhubung dengan operator seluler lokal.

Kemudian, bagi Anda yang ingin membeli dan membawa HP dari luar negeri (hand carry), masih ada kesempatan untuk mendaftarkan IMEI-nya. Namun, pendaftarannya hanya dibatasi maksimal dua perangkat saja.

Tak hanya itu, pajak juga diberlakukan jika Anda membawa HP dari luar negeri ke Indonesia. Ponsel dengan harga minimal 500 dollar AS bakal dikenakan pajak.

Ilustrasi IMEI di sebuah smartphone (Sumber gambar: CNBC Indonesia)

Tentu saja, hand carry berbeda dengan mereka yang ingin berdagang smartphone di Indonesia. Ada kanal dagang untuk mereka yang memang khusus ingin bejualan smartphone, jadi aturannya berbeda lagi.

Saran saya, bagi Anda yang ingin membeli HP atau perangkat lain yang punya fungsi bisa terhubung ke jaringan seluler, sebaiknya barang yang memang resmi masuk ke Indonesia.

Berdasarkan pengalaman saya, ada beberapa perangkat yang dijual di toko online dan toko konvensional, namun ternyata masuk ke Indonesia tak melalui jalur resmi. Sebaiknya, cek dulu informasinya di internet atau sumber lain.

Berikutnya, saat Anda membeli HP, sebaiknya cek dulu nomor IMEI-nya. 

Sebagai informasi, IMEI adalah International Mobile Equipment Identity atau nomor identitas khusus yang dikeluarkan oleh asosiasi GSM (GSMA) untuk tiap slot kartu GSM yang dikeluarkan oleh produsen HP. Tentu saja, kalau HP itu mendukung slot kartu SIM ganda, maka akan memiliki dua nomor IMEI.

Ilustrasi mengecek IMEI di smartphone atau HP
Ilustrasi mengecek IMEI di smartphone atau HP (Sumber gambar: Radar Tasikmalaya)

Ada empat cara untuk mengecek IMEI dari ponsel:

Cek Bodi Belakang Ponsel

Sebuah smartphone baru di bagian bodi belakangnya biasanya menempelkan stiker nomor IMEI. Jadi, kamu bisa mengeceknya lewat cara itu.

Namun perlu diketahui, tak semua pabrikan ponsel mencantumkan stiker itu di bagian bodi belakangnya. Kalau tak ada stiker itu, beralih ke cara berikutnya.

Cek Kotak Ponsel

Di kotak (dus) ponsel biasanya juga tercantum nomor IMEI. Nomor tersebut biasanya ditempatkan bersama dengan serial number.

Kalau di kotak tak ada nomor IMEI, maka kamu harus mengeceknya lewat menu pengaturan.

Ilustrasi mengecek smartphone atau HP black market melalui IMEI (Sumber gambar: Okezone.com)

Menu Pengaturan

Untuk mengecek IMEI melalui menu pengaturan, kamu tinggal masuk ke setting > general > about buat smartphone iOS. Sedangkan, untuk perangkat Android, kamu bisa ke setting > about > phone > status.

Cara Lain

Ada satu lagi cara untuk mengecek IMEI, yaitu melalui menu panggilan telepon.

Caranya hampir mirip seperti cek pulsa. Kamu bisa menekan tombol *#06# di menu panggilan telepon. Nanti, nomor IMEI akan muncul otomatis di layar.

Setelah mendapatkan nomor IMEI, tugas kamu berikutnya adalah mengeceknya melalui situs  https://imei.kemenperin.go.id/. Saat mengakses situs itu, nanti bakal muncul tulisan “Cek IMEI”, kolom isian, dan tombol yang memiliki ikon kaca pembesar.

Masukkan nomor IMEI di kolom isian dan tekan tombol yang memiliki ikon kaca pembesar. Berikutnya akan muncul apakah smartphone kamu terdaftar atau belum.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *