Cara Membedakan HP Refurbished, Rekondisi, dan Ilegal (BM)

Cara Membedakan HP Refurbished, Rekondisi, dan Ilegal (BM)
Ilustrasi HP refurbished (Sumber gambar: Pixabay)

Bagi Anda yang hendak membeli smartphone atau HP refurbished karena tergiur harganya murah, sebaiknya jangan sampai salah, malah membeli perangkat rekondisi atau bahkan ilegal.

Seperti diketahui, istilah mengenai HP refurbished, rekondisi, hingga ilegal mencuat belakangan ini.

Itu terjadi lantaran muncul berita yang menyebut, salah satu toko online HP terbesar di Indonesia, diduga menjual HP ilegal.

Baca juga: 5 Rekomendasi HP Snapdragon 865, Termurah Poco F2 Pro

Alhasil, sejumlah pengguna pun was-was perangkat yang digunakannya adalah ilegal.

Bahkan, calon pembeli pun menjadi ekstra hati-hati sebelum membeli sebuah ponsel.

Baiknya, mari kita kenali perbedaan HP refurbished, rekondisi, hingga ilegal atau black market (BM).

Refurbished

Cara Membedakan HP Refurbished, Rekondisi, dan Ilegal (BM)
HP Apple iPhone 5 refurbished (Sumber gambar: JalanTikus.com)

Beberapa pabrikan ternama biasanya akan memperbaiki HP-HP bekas buatannya untuk dijual kembali, itulah HP refurbished.

Tentu saja, HP refurbished juga dirakit kembali langsung oleh pabriknya, jadi standar kualitasnya terjamin.

Tak hanya itu, komponen yang rusak diganti oleh komponen lain yang asli.

Kemudian, keuntungan lain yang didapatkan pembelinya adalah, perangkat refurbished memiliki garansi, dan dijual dalam kemasan yang rapi, layaknya barang baru.

Baca juga: Membandingkan HP 2 Jutaan, Redmi 9 dan Realme C15

Menurut JalanTikus.com, perangkat refurbished masih memiliki performa oke.

Karena itu tak heran, harganya lebih mahal ketimbang HP rekondisi.

Nah, bagi Anda yang memang mengincar perangkat refurbished, sebaiknya belilah HP tersebut di gerai resmi.

Pastikan pula beberapa ciri-ciri yang saya sebutkan sebelumnya, seperti adanya garansi, kemasan rapi, hingga performa yang masih baik.

Rekondisi

Cara Membedakan HP Refurbished, Rekondisi, dan Ilegal (BM)
Ilustrasi HP bekas (Sumber gambar: JalanTikus.com)

Jika refurbished adalah HP bekas yang diperbaiki oleh pabrikan resminya, HP rekondisi adalah HP bekas yang diperbaiki oleh pihak non-resmi.

Karena itu, komponen yang dipakai untuk mengganti komponen yang rusak dari HP bekas itu, bisa jadi bukan komponen asli atau original.

Baca juga: Spesifikasi Realme C11 dan Realme C15, Pilih Mana?

Bahkan, menurut Kompas.com, tak jarang pelaku rekondisi itu melakukan proses “kanibal”.

Proses tersebut berarti, pelaku mencopot komponen tertentu dari unit HP lain, untuk diterapkan di HP bekas yang akan direkondisi.

Jika HP bekas yang hendak direkondisi tak ada kerusakan, pelaku bahkan bisa saja hanya memperbaiki bodinya saja, seperti memasang casing baru.

Jadi, sebelum membeli sebuah HP, pastikan dulu kejelasan garansinya berasal dari pabrikan resminya, bukan hanya garansi toko saja.

Ilegal atau Black Market

mokup smartphone technology phone
Ilustrasi HP (Photo by freestocks.org on Pexels.com)

HP ilegal artinya barang tersebut tak masuk ke Indonesia melalui cara legal atau mengikuti aturan hukum yang berlaku.

Jadi sangat jelas, menjual HP ilegal adalah salah di mata hukum.

Menurut Tirto.id, HP ilegal adalah perangkat yang tak memiliki garansi resmi, IMEI tak terdaftar, hingga tak ada izin postel.

Jadi, mudah saja untuk mengenali sebuah HP ilegal atau tidak.

Saat sedang membeli HP, pastikan apakah garansinya resmi dari pabrikan atau tidak.

Selain itu, Anda juga harus memastikan apakah IMEI dari HP yang hendak dibeli terdaftar di database imei.kemenperin.go.id atau tidak.

Baca lebih lanjut mengenai cara mengecek sebuah HP ilegal (black market) atau tidak melalui tulisan ini: Cara Mengecek HP Ilegal (Black Market) atau Tidak Via IMEI

Jika Anda memang berniat membeli HP baru atau refurbished yang resmi dari pabrikan, sebaiknya urungkan niat kalau mendapati HP yang hendak Anda beli tak memiliki garansi resmi, dan IMEI-nya tak terdaftar.

Nah itu dia perbedaan HP refurbished, rekondisi, dan ilegal.

Jadi, HP rekondisi bisa merupakan perangkat bekas yang sebelumnya masuk ke Indonesia secara ilegal (black market).

Namun, perangkat refurbished tentu saja kemungkinan besar adalah perangkat bekas yang resmi.

Berdasarkan penjelasan itu, membeli HP rekondisi sangat berisiko, beda dengan membeli HP refurbished.

Asalkan Anda memahami ciri-cirinya, pasti tak akan salah dalam membeli HP.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *