Cara Daftarkan IMEI HP yang Dibeli Dari Luar Negeri

Cara Daftarkan IMEI HP yang Dibeli Dari Luar Negeri
Ilustrasi – Cara Daftarkan IMEI HP yang Dibeli Dari Luar Negeri (Sumber: Pixabay)

Bagi kamu yang berencana membeli smartphone atau HP dari luar negeri, wajib mengetahui cara mendaftarkan IMEI-nya. Pasalnya, jika tak didaftarkan IMEI-nya, smartphone tersebut bakal tak bisa terhubung ke jaringan seluler yang ada di Indonesia.

Seperti diketahui, saat ini pemerintah Indonesia telah menjalankan kebijakan pemblokiran smartphone ilegal atau black market. Caranya, IMEI dari smartphone akan dicocokkan dengan database di pemerintah. Jika IMEI smartphone itu tak terdaftar di database itu, maka tak bisa terhubung ke jaringan seluler di Indonesia.

Namun perlu digaris bawahi, pemerintah menerapkan skema whitelist. Jadi, hanya smartphone yang akan terhubung ke jaringan setelah 18 April 2020 yang terdampak kebijakan itu. Untuk smartphone yang sebelum 18 April 2020 sudah terhubung ke jaringan seluer di Indonesia, walaupun black market, masih bisa tetap terhubung.

Nah tentu saja, smartphone yang dibawa dari luar negeri IMEI-nya sudah pasti tak akan terdaftar di database pemerintah. Karena itu, kita harus mendaftarkannya.

Cara Daftarkan IMEI HP yang Dibeli Dari Luar Negeri
Ilustrasi kebijakan pemblokiran smartphone ilegal (Pixabay).

Akun Instagram @beacukairi telah menginformasikan mengenai pendaftaran IMEI smartphone dari luar negeri.

Menurut akun itu, “Mulai tanggal 18 April 2020, Penumpang atau Awak Sarana Pengangkut yang membawa perangkat telekomunikasi yang diperoleh dari luar negeri dan ingin menggunakan jaringan telekomunikasi Indonesia, wajib meregistrasikan IMEI perangkat telekomunikasinya melalui Bea Cukai. Data registrasi IMEI dapat diisi melalui aplikasi android mobile bea cukai atau website beacukai.go.id, yang selanjutnya akan diverifikasi oleh petugas Bea Cukai pada saat kedatangan.⁣”

https://www.instagram.com/p/B_KmStqJcGm/?utm_source=ig_embed

Berdasarkan keterangan tersebut, sebelum membawa smartphone dari luar negeri ke Indonesia (hand carry), lebih baik kita mendaftarkan dulu data registrasi IMEI-nya. Caranya, seperti yang tertera, bisa melalui aplikasi atau situs Bea Cukai.

Kamu bisa men-download aplikasi itu lewat link berikut ini: LINK. Jika ingin mengisi data registrasi via situsnya, bisa melalui link ini: LINK.

Ada beberapa data yang harus diisi saat registrasi. Data tersebut mulai dari data diri seperti: voyage number, identity type, NPWP, email, identity number, nationality, dan arrival date. Kemudian, ada juga list data barang yang juga harus diisi. Data itu di antaranya merk, type, RAM, storage, warna, IMEI 1, IMEI 2, mata uang, hingga harga barang.

Setelah mengisi kolom isian itu, pemilik perangkat akan mendapatkan nomor registrasi dan QR code.  Untuk proses verifikasi, nantinya kamu harus menunjukkan QR code itu di area pemeriksaan Bea Cukai saat kedatangan.

Perangkat yang dibawa, bisa dipasangi kartu SIM operator di Indonesia jika proses verifikasi selesai dan perangkat yang dibawa kemudian disetujui oleh pejabat Bea Cukai setempat.

Baca juga tulisan menarik lainnya: Skema Whitelist Kebijakan Pemblokiran Ponsel BM

Perlu dicatat, pendaftaran perangkat itu tak hanya berlaku untuk smartphone, tapi juga untuk tablet dan komputer genggam yang dibawa secara hand carry. Tentu saja, jika barang-barang yang dibawa nilai harganya lebih dari 500 dollar AS, bakal dikenakan biaya pajak sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Sementara itu, untuk perangkat yang dimasukkan ke Indonesia dari luar negeri lewat perusahaan jasa kiriman, proses registrasi IMEI akan dilakukan oleh perusahaan jasa kiriman melalui Bea Cukai. ⁣

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *